Sluurp... Chajang Myun, Mi Hitam dari Negeri Ginseng!

Advertisement
advertisement
Mi yang satu ini berukuran besar-besar mirip udon. Toppingnya unik, berupa saus hitam gurih yang bercampur potongan zucchini, wortel, bawang bombay, dan daging cincang. Jangan tertipu penampilannya, sebab rasanya slurpp... massitta!
http://http.cdnlayer.com/smoola/00/00/4c/e85423b5220de1a5_m.jpg

Pada saat jam makan malam Toh Dam paling ramai dikunjungi. Salah satu andalan resto Korea di sudut jalan Senopati ini adalah berbagai home made noodles Korea. Bukan hanya pengunjung lokal seperti saya yang ingin mencicipi berbagai hidangan khas korea di Toh Dam. Orang Korea yang tinggal di Indonesia dan orang asing lain pun banyak yang bertandang.

Suasana Toh Dam terasa homey dan nyaman. Seorang pria Korea setengah baya yang saya duga sang pemilik menyambut kedatangan saya. "Eoseo oseyo," sapanya sambil melempar senyum dan memanggilkan salah seorang pelayan. Resto ini tak begitu luas, hanya ada beberapa kursi yang berderet dan sedikit agak berhimpitan. Namun adanya sekat-sekat yang memisahkan tiap meja cukup memberi privasi, termasuk beberapa ruangan khusus VIP.
http://blogs.ajc.com/food-and-more/files/2011/03/Toh-dam-spread1.jpg

Salah satu tempat duduk yang tepat menghadap TV flat langsung jadi meja favorit saya. Saat melihat buku menu rasanya makanan yang ditawarkan tak jauh berbeda dengan restoran Korea pada umumnya. Yang jadi andalan Toh Dam adalah berbagai home made noodle Korea seperti Chajang Myun, Kalguksu, Haemul kalguksu, Sujebi, dll. Sedangkan menu lainnya ada bimbimbap, bulgogi, dan samgyetang dan berbagai jenis daging panggang. Wah, komplet kan?

Saya langsung memesan Chajang Myun yang jadi favorit banyak orang dan juga seporsi Bulgogi. Sayang untuk minumnya tak banyak pilihan, selain cha alias teh, ada bir dan soft drink. Tak lama dipesan, cha pesanan saya sudah disajikan dalam gelas keramik mungil. Sambil menunggu pesanan lainnya diantar saya pun asyik menonton tayangan kdrama di televisi. Wah, benar-benar seperti di rumah sendiri.

Tak lama enam jenis pancan atau sajian pembuka sudah digelar dalam piring-piring mungil. Salah satunya adalah kimchi. Kimchi biasanya terbuat dari berbagai sayuran yang difermentasikan dengan cabai bubuk dan bawang putih. Yang satu ini tampilannya berwarna kemerahan cerah, sawinya krenyes enak dengan sensasi pedas mengigit. Hidangan lainnya ada kacang rebus, salad, sayur pakis, tumis tahu, dan salad sayuran.

Chajang Myun disajikan dalam mangkok yang besar dengan topping irisan timun memanjang dan sepotong telur rebus. Chajang Myun juga dikenal dengan sebutan Mi Hitam, sajian ini banyak dijual di berbagai restoran Korea dan Cina. Disebut 'Chajang' karena sausnya yang kehitaman dibuat dari kacang kedelai hitam. Sedangkan 'Myun' dalam bahasa Korea berarti mi. Pelengkap mi hitam ini ada acar lobak berwarna kekuningan, semangkok saus hitam, cabai bubuk, asam, dan cuka dalam botol.

Saus Chajang disajikan dalam mangkok terpisah. Saus berwarna kehitaman tersebut berisi irisan dadu wortel, zucchini, wortel, cincangan bawang bombay dan daging sapi. Saya pun mulai meracik bahan-bahan pelengkap Chajang Myun dengan mencampurkan mulai dari saus yang kehitaman sampai menambahkan lobak, sedikit cabai bubuk, asam, dan cuka.

Setelah diaduk rata wouww... massitta! Sensasi gurih-gurih kenyal enak dan sedikit asam pedas dari cabai membuat mi khas Korea ini terasa unik. Gigitan zucchini, wortel, bawang bombay memberi sensasi krenyes, kontras dengan mi yang kenyal lembut. Sayang, mi yang besar-besar seperti udon ini porsinya terlalu besar untuk satu orang. Padahal ada bulgogi sudah menanti.

Sajian daging khas Korea tersebut disajikan panas-panas dalam mangkok batu. Dalam bahasa Korea, kata 'Bul' berasal dari kata api dan 'Gogi' berarti daging. Daging sapinya diiris tipis-tipis plus irisan daun bawang dan bawang bombay. Seporsi sayur seperti selada, irisan timun, daun seruni bawang putih, wortel, timun, bawang putih, dan sambal khas Korea menjadi pelengkap bulgogi.
http://www.jenzcorner.net/weblog/wp-content/uploads/toh-dam.jpg

Untuk menikmati bulgogi ada cara tersendiri. Pertama-tama taruh selada di atas telapak tangan, kemudian tumpuk dengan irisan daun bawang putih, irisan timun, bawang putih, wortel, dan sambal. Terakhir baru ditaruh si daging bulgogi yang lezat, kemudian tinggal dilipat dan siap disuapkan ke dalam mulut. Nyam nyam...! Jika makan bulgogi saja tidak kenyang, sudah ada seporsi nasi Korea pulen juga disajikan hangat-hangat dalam mangkok batu.

Berhubung porsi hidangan di Toh Dam lumayan besar, hidangan di Toh Dam bisa sharing untuk dimakan berdua. Seporsi besar Chajang Myun dihargai Rp 65.000,00 dan Rp 68.000,00 untuk Bulgogi yang lezat. Jal mogesseumnida!

Toh Dam
Jl. Senopati No. 81
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: 021-5210230
http://static-50.urbanesia.com/img/business/t/o/business-toh-dam-house-1.biz_selected.jpg





sumber :http://www.detikfood.com/read/2011/12/13/170837/1790266/287/sluurp-chajang-myun-mi-hitam-dari-negeri-ginseng?
Advertisement
senapan angin
Sluurp... Chajang Myun, Mi Hitam dari Negeri Ginseng! | Unknown | 5

0 comments:

Posting Komentar

Budayakan Meninggalkan Komentar Yang Baik