Ikan yg kebal dengan air limbah gan

Advertisement
advertisement

Menurut wikipedia

Microgadus tomcod, also commonly known as tommy cod or tomcod (poulamon or petit poisson des chenaux in French), Atlantic tomcod or winter cod, is a type of cod fish found in North American coastal waters from the Gulf of St. Lawrence, St. Lawrence River and northern Newfoundland, south to Virginia.

The season of the tomcod varies by location -- one known example is the Sainte-Anne River in Quebec, where its season is from late-December to mid-February. The town of Sainte-Anne-de-la-Pérade is notable for its fishing village built on the frozen waters of the Ste-Anne, playing host to the scores of fishermen visiting the town to fish for tomcod.
yang artinya


Microgadus tomcod, juga dikenal sebagai cod tommy atau tomcod (poulamon atau petit poisson des chenaux dalam bahasa Perancis), tomcod Atlantik atau cod musim dingin, adalah jenis ikan cod yang ditemukan di perairan Amerika Utara pesisir dari Teluk St Lawrence, St Lawrence Sungai dan Newfoundland utara, selatan ke Virginia.

Musim tomcod yang bervariasi tergantung lokasi - salah satu contoh terkenal adalah Sungai Sainte-Anne di Quebec, di mana musim adalah dari akhir-Desember sampai pertengahan Februari. Kota Sainte-Anne-de-la-Pérade adalah penting untuk desa nelayan yang dibangun di atas perairan beku dari Ste-Anne, bermain tuan rumah dengan skor nelayan mengunjungi kota untuk ikan untuk tomcod.
Ilmuwan menemukan ikan aneh yang hidup di perairan yang paling parah terkena polusi. Uniknya lagi, ikan tersebut bisa bertahan karena telah berevolusi hingga mampu mengatasi bahan kimia berbahaya.

Para ‘penjelajah racun’ di dunia air tersebut merupakan ikan tomcod, jika diliat sekilas memang mirip dengan ikan cod biasa. Perbedaannya hanya pada ukuran ikan yang tinggal di kawasan sungai tercemar di Hudson itu memiliki ukuran yang lebih kecil.


Sejak tahun 1947 sampai 1976, perusahaan seperti General Electric telah menghanyutkan PCB dan dioksin ke sungai di sekitar Hudson. Di tahun 1980-an, sekitar 95% ikan di kawasan tersebut ditemukan menderita tumor hati.


Tapi menurut penelitian yang di terbitkan Majalah Science, 19 Februari 2011, yang dikeluarkan oleh Isacc Wirgin, Toksikolog New York University mengatakan “Ternyata, semakin kami teliti, semakin banyak kami dapati adanya ikan-ikan yang tahan terhadap PCB dan dioksin,”


Dari studi lebih lanjut, peneliti berkesimpulan bahwa pada beberapa ikan, polutan telah memasuki inti sel. Polutan itu kemudian telah mengganggu DNA dari gen tertentu sehingga membuat ikan-ikan menderita penyakit.


Secara kebetulan, tomcod memiliki gen yang mampu mentoleransi PCB dan dioksin. Dengan demikian, ikan yang memiliki gen ini mampu bertahan hidup lebih baik dibanding ikan lain. Secara teknis, tomcod bukanlah mutan. Bahan kimia hanya menyerang kelompok ikan-ikan tertentu saja, sementara mereka mampu bertahan. Meski begitu, tetap ada dampak negatifnya.


Wirgin menyebutkan, ikan atau makhluk hidup lain yang menyantap tomcod akan menyerap polutan yang ada yang belum tentu dapat ditanggung oleh gen tubuh mereka. Selain itu, meski berhasil berevolusi hingga mampu bertahan terhadap polusi, ikan-ikan ini telah kehilangan kemampuan untuk mengatasi gangguan alami.



Spoiler for pic:


Spoiler for pic:


Spoiler for pic:

REKANNYA GAN
IKAN SAPU SAPU
ane menemukan artikel yg mendukung ikan sapu sapu tahan limbah.


Quote:
Beberapa hari yang lalu saya menonton acara Reportase Sore di Trans TV dan mencermati topik yang di angkat yaitu pencemaran limbah di sungai Citarum. Limbah berasal dari berbagai sumber, yang paling parah tentu limbah industri karena dari limbah indusrti banyak mengandung unsur logam yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Limbah rumah tangga, kotoran manusia dan masih banyak lagi.
Akan tetapi ada sebagian warga yang mengganungkan kebutuhan lauk nya dari sungai Citarum, mereka memancing dan menjala ikan dari sungai tersebut. Jenis ikan yang ada disana sangat terbatas karena parahnya pencemaran yang terjadi dan bisa ditebak ikan yang sering ditemui adalah IKAN SAPU SAPU. Ikan satu ini memang sangat kuat dan dapat hidup di tempat yang sanagt kotor dan tingkat pencemaran tinggi. Di sungai Ciliwung saja bisa hidup. Akan tetapi ikan ini sebenarnya tidak dianjurkan untuk di konsumsi karena dalam tubuhnya mangandung logam AAS (Atomic Absorbsion Spectrophotometer) yang berat seperti tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb).
Artikel yang saya dapat dari wikipedia menyatakan bahwa :
“Ikan sapu-sapu atau ikan bandaraya adalah sekelompok ikan air tawar yang berasal dari Amerika tropis yang termasuk dalam famili Loricariidae, namun tidak semua anggota Loricariidae adalah sapu-sapu. Ikan ini dikenal sebagai pemakan alga/”lumut” dan sangat populer sebagai ikan pembersih akuarium. Dalam perdagangan ikan internasional ia dikenal sebagai plecostomus atau singkatannya, plecos dan plecs. Di Malaysia orang menyebutnya “ikan bandaraya” karena fungsinya seperti petugas pembersih kota (“bandar”). Di Indonesia, analogi yang sama juga dipakai tetapi alatnya yang dipakai sebagai nama (sapu). Ikan ini nyaris dapat hidup bersama dengan ikan akuarium apa saja dan diperdagangkan dalam ukuran kecil atau sedang. Meskipun demikian, ia bisa tumbuh sepanjang 60 cm dan menjadi kurang aktif dan kurang bersahabat.

Ikan ini omnivora (pemakan segala) tapi biasanya mencari sisa-sisa tumbuhan air di malam hari.


Sebenarnya sapu-sapu mencakup banyak jenis anggota Loricariidae, meskipun yang paling umum dikenal adalah Hypostomus plecostomus. Karena banyaknya impor berbagai macam sapu-sapu, dan banyak sekali yang belum diidentifikasi secara benar, disusunlah suatu daftar sapu-sapu yang disebut nomor-L (L-number) untuk mencirikannya secara sementara.”


Spoiler for sapu:


Spoiler for sapu:


Spoiler for sapu:






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7152643
Advertisement
senapan angin
Ikan yg kebal dengan air limbah gan | Unknown | 5

0 comments:

Posting Komentar

Budayakan Meninggalkan Komentar Yang Baik