CEO: 2012 Tahun Tersulit Industri Otomotif

Advertisement
advertisement
Para petinggi perusahaan otomotif memandang 2012 merupakan periode yang penuh tantangan berat. Meski tetap tumbuh, pasar produk kendaraan diperkirakan akan menciut karena permintaan yang melemah.
http://media.commercialappeal.com/media/img/photos/2010/01/12/Auto_Show_Audi_t607.jpg

http://www.autoguide.com/gallery/gallery.php/d/86347-4/IMG_7779.JPG
http://media.thestar.topscms.com/images/f9/60/401181b54aa9b0360dc89e6588d5.jpeg
http://graphics8.nytimes.com/images/2008/01/13/automobiles/13r8-600.jpg
Menurut Kepala Komite Eksekutif Volkswagen, Bernd Osterloh, penjualan mobil tahun depan akan meleset dari perkiraan. Meski tak mengatakan berapa angka perkiraannya, ia menegaskan pertumbuhan akan melemah karena permintaan dari Eropa akan turun. “Kami masih terhibur dengan peluang penjualan mobil di Amerika Latin, Amerika Utara, dan Rusia. ” kata dia kepada media Jerman, Frankfurt Allgemeine Zeitung.
Hal serupa dituturkan CEO Audi, Rupert Stadler. Meski akan menghadapi tantangan keras, industri otomotif menurut dia akan tetap tumbuh 10 tahun ke depan terutama di negara berkembang. Di kawasan itu mobil pribadi masih menjadi primadona angkutan. “Karena itu, tak ada alasan untuk pesimistis,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

Stadler memperkirakan pasar otomotif di Cina akan tumbuh hingga 9 persen. Perbaikan kinerja itu didorong penjualan mobil mewah yang diproyeksikan tumbuh hingga 30 persen. Audi saat ini menjadi pemimpin penjualan mobil mewah di Cina, melampaui BMW dan Daimler AG (Mercedes-Benz).

Setelah sukses di Cina, Audi juga sedang mengejar pencapaian serupa di Amerika Serikat, pasar mobil mewah terbesar di dunia. Di Negeri Abang Sam itu, posisi Audi masih berada di bawah BMW dan Mercedes. “Untuk mencapai posisi puncak kami akan menambah pabrik baru,” ujarnya.




sumber : http://www.tempo.co/read/news/2011/12/26/123373731/CEO-2012-Tahun-Tersulit-Industri-Otomotif
Advertisement
senapan angin
CEO: 2012 Tahun Tersulit Industri Otomotif | Unknown | 5

0 comments:

Posting Komentar

Budayakan Meninggalkan Komentar Yang Baik