London, Gelar akademik yang berderet memang bukan jaminan bisa mendapat pekerjaan yang layak. Namun untuk urusan kesehatan, jenjang pendidikan yang tinggi bisa mempengaruhi susunan DNA seseorang yang membuatnya lebih awet muda.


Sebaliknya putus sekolah membuat orang akan terlihat lebih tua. Kesimpulan ini ditarik dari hasil penelitian terbaru yang dilakukan para ahli di University College London. Penelitian berkelanjutan ini dilakukan sejak tahun 1985, melibatkan 450 relawan dan hasilnya dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity.

Hasil penelitian tersebut mengungkap, makin tinggi pendidikan seseorang maka ukuran telomer dalam struktur Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) menjadi lebih panjang. Makin panjang ukuran telomer, makin besar perlindungannya terhadap berbagai efek penuaan.

Telomer adalah bagian dari struktur DNA yang letaknya paling ujung dan ukurannya dipengaruhi oleh aktivitas enzim telomerase. Makin aktif enzim tersebut, biasanya ukuran telomer makin pendek sehingga sel-sel tubuhnya lebih rentan mengalami penuaan dini.

"Bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai faktor termasuk ekonomi dan sosial, pengaruh tingkat pendidikan masih sangat signifikan," tulis para peneliti dalam laporannya, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

Penelitian ini tidak mengungkap mekanismenya, namun diduga tingkat pendidikan yang tinggi membuat orang lebih terlatih mengelola stres. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkap, stres merupakan salah satu faktor yang memperpendek ukuran telomer.

Manfaat pendidikan bagi kesehatan juga pernah diungkap dalam penelitian di Brown University. Hasilnya, lulusan perguruan tinggi rata-rata memiliki tekanan darah 2,26 mmHg lebih rendah dibandingkan yang tidak tamat SMA sehingga lebih aman dari gangguan jantung.

[http://health.detik.com]