Apa yang terjadi di dalam Gedung Ranau Jakabaring bisa dibilang aneh. Saat menonton cabang olahraga senam atletik kelas beregu putri, Minggu (13/11/2011), suporter Indonesia hampir tidak terdengar suaranya. Padahal, tim senam putri Indonesia bermain di rumah sendiri.

Suara dukungan malah banyak terdengar untuk Myanmar atau Singapura. Yang menjadi pendukung mereka adalah orang Indonesia sendiri.

"Kami sudah dipinta oleh negara yang kami dukung untuk memberikan dukungan untuk atlet-atletnya. Kami dibayar oleh mereka," uar Ana, perempuan asli Kota Palembaang yang memakai seragam bergambar lambang negara Myanmar.

Ana tidak hanya memakai seragam. Ia juga dilengkapi dengan segala atribut negara Myanmar, seperti topi dan bendera. Mereka kompak mendukung musuh Indonesia saat sang koordinator memerintahkan mereka untuk bersuara.

"Kita seperti bermain di negara orang. Saya tidak habis pikir kok orang Indonesia begitu murahnya hanya untuk mendukung negara lain," ujar seorang pendukung Indonesia, yang semenjak tim senam berlatih selalu mendukung Indonesia meski hanya seorang diri.

sumber