Headline

London – Instrumen pemberi tahu waktu ini merupakan salah satu perangkat pertama yang mampu membagi sehari dalam 24 jam. Kini perangkat ini akan dilelang dengan harga ‘wah’.

Pada awalnya, perangkat ini hanya tergelatak di dalam tas milik Christopher Becker di Queensland, Australia. Namun pada 1970-an, Becker berhasil merayu ayahnya dan membawa benda ini ke museum yang kemudian mengidentifikasinya sebagai astrolabe.

Saat itu pihak museum tak mengetahui nilai sebenarnya dari benda ini. Saat ia mengontak British Museum, diketahui benda ini adalah astrolabe tertua kedua setelah Chaucer Astrolabe yang ada di museum itu.

Benda ini akan dijual ke Bonhams bulan depan dengan perkiraan harga mencapai GBP200 ribu (Rp2,8 miliar). “Saya yakin benda berharga semacam ini perlu dikenal,” kata Becker seperti dikutip DM. [


The 'hour horary quadrant' is one of the first devices that could divide a day into 24 equal hours - it dates from 1396, is marked with Richard II's personal seal, and is the second-oldest scientific instrument in existence in Britain

The 'hour horary quadrant' is one of the first devices that could divide a day into 24 equal hours - it dates from 1396, is marked with Richard II's personal seal, and is the second-oldest scientific instrument in existence in Britain

John Justin as the King and Maggie Smith in Richard II at The Old Vic Theatre: The king's

John Justin as the King and Maggie Smith in Richard II at The Old Vic Theatre: The king's




sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1800611/instrumen-24-jam-pertama-dari-1396-dilelang-rp28m