http://cdn-u.kaskus.us/62/opdjk8hl.jpg
Penutupan paksa kelompok hacker Anonymous pada lebih dari 40 situs pornografi anak rupanya hanya awal dari perang kelompok tersebut terhadap aktivitas pedofil di internet.

Kelompok ini terus melanjutkan tindakan mereka dengan membeberkan alamat internet dari terduga 190 pedofil secara online, dengan menggunakan informasi yang mereka kumpulkan dari situs-situs yang sebelumnya mereka tutup.

Informasi ini berisi rincian pengguna dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Inggris. Menurut pernyataan yang dikeluarkan bersamaan dengan alamat IP, informasi tersebut dikumpulkan dalam waktu 24 jam, menggunakan standar NSA-4011 di bawah saluran distribusi tertutup, dan merupakan koleksi alamat IP yang mengakses situs-situs pornografi anak di TOR darknet (situs yang tidak terdaftar di bawah WWW).

Sebagai tambahan, Anonymous mengklaim telah berhasil mengetahui identitas operator Freedom Hosting, layanan hosting yang digambarkan sebagai “Pemilik koleksi terbesar pornografi anak di internet” yaitu pengembang dan advokat Mike Perry. Namun, dibantah Perry yang menegaskan dirinya tidak mempunyai hubungan apapun dengan Freedom Hosting.

Anonymous mengaku mereka memiliki informasi dari lebih 1.500 pengguna yang mengakses pornografi anak pada jaringan Tor ketika mengumumkan “Operasi Darknet” minggu lalu.



http://farm2.static.flickr.com/1063/1464439085_aa01d54822.jpg



sumber :http://www.berita.manadotoday.com/anonymous-merilis-190-ip-terduga-pedofil/10480.html