"Israel yakin jalur yang tepat dan satu-satunya meraih perdamaian dengan Palestina adalah melalui negosisasi damai," ungkap Kementerian Luar Negeri Israel seperti dikutip scoop.co.nz, Kamis (6/10/2011).
Bagi Israel, upaya yang dilakukan Palestina di UNESCO merusak wacana negosiasi bilateral antara kedua negara. Selain itu, keputusan ini dianggap Israel telah melanggar proposal dari kuartet perdamaian untuk Timur Tengah, yang menginginkan dilanjutkannya proses diplomasi.

Sebelumnya penunjukan juga diperlihatkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton. Hillary mengatakan, UNESCO harus mempertimbangkan kembali masalah keanggotaan Palestina. Penerimaan keanggotaan Palestina bisa membuat AS memotong pendanaan di UNESCO.

Clinton juga menegaskan, tindakan yang dilakukan UNESCO akan mengabaikan masalah-masalah penting yang seharusnya diselesaikan lewat dialog antara Israel dan Palestina.
sumber :http://international.okezone.com/read/2011/10/06/412/511577/israel-tak-terima-palestina-diakui-unesco