Headline

London – Banyak selebriti atau politisi berdiri di podium untuk meminta maaf. Namun bagaimana pada orang biasa, apakah minta maaf juga bisa memperbaiki kepercayaan?

Menurut hasil studi terbaru peneliti USC, Washington University, Singapore Management University dan University of Miami, hasil minta maaf tergantung pada seberapa baik minta maaf itu. Terutama, saat orang mencari ungkapan maaf yang tulus sebagai upaya nyata memperbaiki kepercayaan.

Apologies from celebrities such as Tiger Woods tend to be 'accepted' by the public only if people really believe they have changed their ways

Apologies from celebrities such as Tiger Woods tend to be 'accepted' by the public only if people really believe they have changed their ways

Ilmuwan menemukan, ucapan maaf yang dilakukan secara terpaksa tak akan membantu banyak namun jika maaf dilakukan dengan tulus, maaf akan jauh lebih efektif. Hal ini diketahui dari empat pengujian pada partisipan di Amerika Serikat (AS) dan Singapura.

Pada dua pengujian, partisipan diminta membuat serangkaian keputusan dalam sebuah permainan dengan mitra virtual. Semua keputusan yang ada berdasarkan kepercayaan.

Pada dua pengujian lainnya meminta opini partisipan pada CEO fiksi memotong gaji pegawainya dan menolak saat bagi hasil saham.

Peneliti kemudian menyimpulkan ada metode minta maaf yang efektif mulai dari yang sederhana hingga maaf yang terdengar tulus yang menjanjikan perubahan di masa depan. Peneliti mengklasifikasikan ini sebagai mekanisme ‘perbaikan kepercayaan’.

Britain's Defence Secretary Liam Fox left his post after he admitted, 'mistakenly allowing the distinction between my personal interest and my Government activities to become blurred'

Britain's Defence Secretary Liam Fox left his post after he admitted, 'mistakenly allowing the distinction between my personal interest and my Government activities to become blurred

Hasil riset yang diterbitkan di Understanding the Effects of Substantive Responsive on Trust Following a Transgression menunjukkan, ucapan maaf yang tulus untuk mendapatkan kembali kepercayaan memang tak terkalahkan.

“Kita ingin tahu orang itu telah berubah beserta karakternya. Respon perbaikan kepercayaan juga mengisyaratkan rasa penyesalan,” tutup kepala studi Kim seperti ditulis DM. [mor]







sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1786374/alasan-maaf-tak-selalu-bisa-perbaiki-kepercayaan