Awalnya, anda mungkin berpikir bahwa kode ban motor tidak lebih dari huruf dan angka yang aneh dan tidak berguna. Tapi jika dilihat lebih jauh, anda akan menemukan sebuah pola pada kode-kode ini. Faktanya kode ban motor didesain untuk memberitahu anda apa yang perlu anda ketahui tentang ban tersebut, karena penggunaan ukuran ban yang salah, dapat menyebabkan kematian. Maka adalah sebuah hal yang penting untuk mengetahui kode ban sebelum anda membelinya.







Ban merupakan bagian penting dari kendaraan bermotor, ababila ban tidak benar pasti akan menggangu perjalanan dan nyawa anda. Seperti ban bocor dan ban pecah. Terkadang permukaan ban tidak rata, yang mebuat kendaran kita tidak stabil. Banyak diantara kita yang hanya membeli ban hanya dilihat dari Bunga ban dan besar kecilnya ban untuk modifikasi tanpa memikirkan jenis dan ukuran yang diperuntukan buat apa ban itu ?



Selamat menyimak ya agan & sista







Disini akan diulas apa-apa saja fungsi ban & apa arti

singkatan yg terdapat di ban agan & sista :






Apa saja fungsi dari ban motor?








Ban adalah salah satu komponen kendaraan yang berfungsi:



1. Sebagai pengendali arah kendaraan

2. Sebagai penanggung berat beban kendaraan termasuk penumpangnya

3. Sebagai penerus tenaga dari mesin

4. Sebagai sistem peredam/suspensi dari sepeda motor



Terdapat begitu banyak simbol dan kode pada ban. Apa saja arti dari simbol dan kode tersebut?

Pada sebuah ban, dapat Anda temukan informasi seperti ukuran ban, TWI (Tread Wear Indicator), Tipe ban: tubeless atau tubetype, Nomor Lot, Speed Simbol & Load index, Anak Panah, hingga beban maksimum. Semua ini merupakan faktor penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli ban sesuai kebutuhan Anda.







Mari kita liat angka pertama, 120/70 17, yang dikenal sebagai kode metric dan digunakan sebagai standar di dunia otomotive.



Angka 120 menyatakan lebar ban dalam satuan millimeter, diukur dengan garis lurus dari satu sisi ban ke sisi ban yang lain. Angka 70 menyatakan aspect-ratio antara lebar dan tinggi. Semakin tinggi angka ini, maka ban akan semakin tinggi. pada kasus ini ban memiliki ketinggian 70% dari lebarnya, atau 117 mm.







Angka terakhir adalah 17, yaitu diameter dari velg yang dinyatakan dalam satuan inchi.



Nomor seri MT90,17, merepresentasikan ukuran ban yang sama, namun dieekspresikan dalam kode alphabetis. M berarti ban ini digunakan untuk motorcycle, T berarti kode lebar, dan 90 adalah aspect ratio, dan 17 adalah diameter velg.













Kecepatan dan konstruksi ban






Selain dari kode di atas, anda juga mungkin akan menemukan huruf yang muncul, seperti 160/70VR 16, 170/60R 16V, atau dengan kombinasi yang lain. Dua huruf tambahan tersebut mewakili kelas kecepatan dan konstruksi ban



Setiap huruf pada kelas kecepatan menyatakan kecepatan maksimum yang dapat ditanggung oleh sebuah ban pada kapasitas beban yang direkomendasikan. Menaiknya angka ini dihitung dalam satuan kilometer per jam.











Huruf berikutnya menyatakan metode konstruksi ban yang digunakan


R berarti konstruksi radial


B berarti belted bias.




Ada lagi ?




Ah ya, terakhir adalah TT atau TL yang menyatakan jenis ban


TT = Tube Type (ban dengan ban dalam)


TL = Tube less (ban tanpa ban dalam)






Ban tubeless adalah ban yang tidak membutuhkan tube di bagian dalam (ban dalam butyl karet) sehingga lebih aman dibanding ban biasa.




Ban biasa memiliki kelemahan seperti :


- fitment yang tak tepat


- Gesekan antara ban luar dan ban dalam yang menyebabkan panas dan akhirnya meledak.


Ban tubeless, memiliki halobutyl impermeabel yang jika digabungkan dengan velg akan membentuk seal udara. Jika ban mengalami kebocoran maka udara hanya mengalir melalui lubang kebocoran sehingga ban tak segera kempes. Sedangkan ban biasa ban dalam ketika tertusuk dapat meledak seperti balon yang mengakibatkan ban kempes secara cepat, yang dapat menyebabkan hilangnya kontrol terhadap kendaraan. Sebuah seal liquid dapat ditambahkan kepada ban tubeless untuk menghindari kempesnya ban.











Ban saya cepat habis! Kenapa ?








Beberapa hal yang dapat mempercepat keausan ban:



1. Tekanan angin kurang/berlebih

2. Beban berlebihan

3. Pengereman dan akselerasi yang berlebihan

4. Kondisi musim (Musim kemarau ban akan lebih cepat aus)

5. Power motor besar tetapi penggunaan ban relatif kecil

6. Material karet kompon ban (Kompon lunak akan lebih cepat habis daripada

kompon keras)









Cara memasang ban yang baik dan benar, seperti apa ?




Dalam memasang ban ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi keselamatan pengendara dan keawetan ban diantaranya:



1. Gunakan peralatan yang tidak merusak ban atau velg.

2. Pastikan velg sejajar dengan rim line saat terpasang.

3. Pastikan arah putar sesuai dengan petunjuk.

4. Cek tekanan angin agar sesuai dengan standardnya.

5. Sesuaikan ukuran ban dalam terhadap ban luarnya.

6. Pastikan tidak ada benda asing seperti krikil tajam, beling atau paku di

dalam ban.

7. Gunakan selalu rim tape untuk melindungi ban dalam dari tusukan spoke velg.

8. Pastikan bahwa posisi Valve ban dalam sesuai dengan tanda posisi Valve yang

tertera pada ban.

9. Kencangkan mur ban dalam seperlunya.

10. Setelah mengganti ban belakang sejajarkan posisinya agar lurus terhadap ban

depan untuk menghindari keolengan.

11. Setelah ban terpasang tarik beberapa kali tuas rem terutama rem hidrolik

sampai terasa tekanan rem sudah kembali normal untuk menghindari terjadinya rem

blong.












sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10338297