The image “http://static.inilah.com/data/berita/foto/1764083.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.





Euis sempat menjalani perawatan selama 2 hari setelah sebelumnya mengeluh sakit di sekitar perutnya. Euis meninggal dalam usia 62 tahun.



"Dua hari lalu, Mamih (Euis) sudah merasa sakit di bagian perut. Ternyata sakitnya itu membuat Mamih sudah susah duduk dan berdiri. Lalu oleh kami dibawa ke Santosa, langsung di Unit Gawat Darurat (UGD). Ternyata harus rawat inap," ujar Yudi Wirahma (44), menantu almarhumah, saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (11/8/2011).



Dari hasil analisa dokter, jelas Yudi, ternyata ditemukan adanya pembengkakan di bagian lambung. Akibat bengkak itu, Euis pun merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya, bahkan sering terlihat sesak nafas.





The image “http://static.inilah.com/data/berita/foto/1764096.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.




"Akhirnya dokter memutuskan operasi. Keluarga sempat menanyakan ke Mamih, dan Mamih menyanggupinya. Kita pun membawa ke ruang operasi sekitar pukul 24.00 WIB," lanjutnya.



Namun saat tim dokter sedang menyiapkan proses operasi, Euis Komariah menghembuskan nafas terakhirnya. "Belum diapa-apain. Masuk ruang operasi pukul 24.00 malam. Pas lagi persiapan oleh beberapa dokter ahli, ternyata Mamih sudah ngga ada. Kata dokter, ada kebocoran di usus sehingga mengeluarkan racun," jelasnya.[den]







sumber : http://www.inilahjabar.com/read/detail/1764083/euis-komariah-maestro-cianjuran-tutup-usia