Nahdlatul Ulama (NU) menggelar peringatan puncak hari lahir (harlah) ke-85 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7). Sebanyak 30 ribu anggota Barisan Serba Guna (Banser) dikerahkan untuk mengamankan acara tersebut.


Peringatan Harlah ke-85 NU di GBK
Massa Nahdiyin memadari Gelora Bung Karno, Jakarta.

Peringatan Harlah ke-85 NU di GBK
Sebanyak 30 ribu anggota Barisan Serba Guna (Banser) dikerahkan untuk mengamankan puncak peringatan Harlah ke-85 Nahdlatul Ulama (NU).

Peringatan Harlah ke-85 NU di GBK
Sebelum melakukan pengamanan, mereka menggelar apel di depan Gerbang 6, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011).

Peringatan Harlah ke-85 NU di GBK
Dalam peringatan Harlah, dilakukan gelar 7 pasukan Banser berkemampuan khusus.

Peringatan Harlah ke-85 NU di GBK
Puluhan ribu Nahdiyin mengikuti puncak hari lahir (harlah) ke-85 Nahdlatul Ulama (NU).



SBY Pidato, Separo Peserta Harlah NU Tinggalkan Stadion GBK



Puluhan ribu nahdliyin memadati peringatan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sejak pukul 09.00 Wib. Karena kelamaan dan gerah di dalam stadion, lebih dari separo peserta keluar dari stadion sekitar pukul 13.00 Wib, bersamaan dengan kedatangan Presiden SBY di lokasi.

Tak pelak, saat SBY memulai pidatonya, sebagian besar nahdliyin yang awalnya memenuhi tempat duduk di dalam stadion, telah keluar dari lokasi acara. Hanya ada beberapa sektor saja yang terisi, yakni tribun VIP dan sektor 19-24. Sementara sektor lainnya kosong melompong.

"Bapak Presiden, kami mohon maaf, karena peserta sudah berkurang. Banyak yang membawa anak-anak kecil. Mungkin juga salat, dan gerah berada di dalam, sehingga keluar," ujar Ketua Panitia, As'ad Said Ali, saat memberi sambutan di Stadion GBK, Minggu (17/7/2011). Permintaan maaf As'ad ini pun disampaikan berulang-ulang.

Sebenarnya, pada pukul 09.00 Wib, ratusan nahdliyin yang didominasi ibu-ibu sudah bergelombang datang ke stadion. Mereka berangkat pagi-pagi. Banyak di antaranya yang membawa anak. Mereka dari daerah masing-masing, bahkan ada dari Papua. Taksiran panitia, peserta memcapai 130 ribu orang, karena semua kursi di dalam stadion disesaki peserta. Namun, saat SBY berpidato, yang tersisa hanya sekitar 3000-4000 peserta.

Namun sekitar pukul 11.00 Wib peserta mulai bosan, karena acara inti belum dimulai lantaran Presiden SBY dijadwalkan hadir pukul 13.00 WIB. Meskipun dihibur tari-tarian, musik, pencak silat, para peserta tetap tak betah. Mereka pun memilih keluar dari stadion.

"Ada juga peserta yang tak sampai ke stadion karena terjebak macet," kata As'ad.

Bahkan, ketika SBY usai berpidato, peserta yang tersisa ikut ramai-ramai meninggalkan lokasi, sehingga pembacaan doa penutup hanya segelintir peserta saja yang mengikutinya.


(irw/gun)

sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/07/17/114129/1682861/157/1/peringatan-harlah-ke-85-nu-di-gbk