Air Mata Tumpah di Tanah Dou Mbojo

Advertisement
advertisement
Seorang pengunjukrasa yang tergabung dalam "Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) Kecamatan Sape dan Lambu" yang mengalami luka parah dievakuasi aparat berseragam dan berpakaian sipil saat pembubaran paksa pengunjukrasa di Pelabuhan Sape, Kecamatan Sape, Bima, Kabupaten Bima, NTB, Sabtu (24/12). ANTARA/Rinby
Sejumlah warga pengunjukrasa penolakan tambang emas Bima yang mencoba bersembunyi saat pembubaran paksa pengunjukrasa diamankan anggota Brimob Polda NTB di pinggir pantai Pelabuhan Sape, Kecamatan Sape, Bima, Kabupaten Bima, NTB, Sabtu (24/12). ANTARA/Rinby
Sejumlah pasukan Brimob Polda NTB membuka gerbang pintu masuk menuju pelabuhan Sape usai melakukan pembubaran massa yang melakukan pemblokiran Pelabuhan Sape, Kecamatan Sape, Bima, Kabupaten Bima, NTB, Sabtu (24/12). ANTARA/Rinby
Puluhan aktivis gabungan melakukan aksi damai dan doa bersama di depan gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (25/12). Doa ditujukan untuk korban insiden kekerasan oleh polisi saat membubarkan paksa unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat di Mataram, Sabtu (24/12). TEMPO/Subekti.

Puluhan aktivis gabungan melakukan aksi damai, shalat gaib dan doa bersama di depan gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (25/12). Doa ditujukan untuk korban insiden kekerasan oleh polisi saat membubarkan paksa unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat di Mataram, Sabtu (24/12). TEMPO/Subekti. 20111225.





sumber : http://www.tempo.co/read/beritafoto/1067/Air-Mata-Tumpah-di-Tanah-Dou-Mbojo
Advertisement
senapan angin
Air Mata Tumpah di Tanah Dou Mbojo | Budi Utomo | 5

0 comments:

Posting Komentar

Budayakan Meninggalkan Komentar Yang Baik