http://images.detik.com/content/2011/07/16/475/batu-emas--D.JPG




Kandungan emas di dalam bebatuan ditemukan Indra Azwan (52), di lereng Gunung Semeru awal Juni 2011 lalu sangatlah kecil. Hal ini disampaikan Adi Susilo Kepala Jurusan Fisika Universitas Brawijaya usai meneliti bebatuan warga Jalan Genok Watu Barat Gang II, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Setelah saya teliti potensi kandungan emasnya sangat kecil," ujarnya kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (16/7/2011) sore.

Menurutnya, bebatuan yang ditemukan Indra itu banyak mengandung mineral yaitu pirit atau kalkopirit atau sejenis besi dan tembaga.

Warna kuning tersebar di bebatuan membentuk butiran atau serpihan itu adalah kandungan besi yang telah teroksidasi atau terkontaminasi udara hingga mengeluarkan warna kekuningan. Dalam jangka waktu tertentu, bebatuan itu akan berubah menjadi kehitaman, sesuai unsur besi jika telah teroksidasi.

"Warna kuning itu adalah besi yang telah teroksidasi," tegasnya.

Ditanya apakah memang unsur emas tidak berada didalam bebatuan itu, pakar geologi ini mengungkapkan, unsur emas masih berpotensi pada bebatuan itu, namun kandungannya kecil sekali.

"Potensi emas atau logam mulai lain tetap ada, tapi kecil sekali," jelasnya.

Begitu juga saat ditanya kandungan uranium di dalam bebatuan yang tersebar di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, Adi kembali menegaskan, kandungan uranium masih mempunyai potensi sama seperti emas atau logam lainnya, tapi nilainya kecil sekali dan sangat perlu pembuktian lama.

Bebatuan jenis yang sama, lanjut dia, pernah ditemukan di wilayah Malang Selatan, nyaris mirip dan banyak mengandung mineral dibandingkan emas atau logam mulai lain. Bahkan, untuk mengetahui berapa besar kandungan emasnya, perlu dilakukan observasi ratusan mil di lokasi bebatuan.

"Batu yang sama pernah ditemukan di Malang Selatan yang juga mengandung mineral setelah diteliti. Sekitar 10 per mil atau 10 gram dari per sejuta gram bebatuan itu untuk kandungan emasnya," tandasnya.

Meski begitu, pihaknya mendesak pemerintah segera merespon hasil temuan Indra Azwan ini untuk dilakukan penelitian lebih mendalam. Karena banyak potensi kekayaan alam negara ini tak mendapat perhatian serius pemerintah. "Perlu segera ada perhatian pemerintah," katanya.


(fat/fat)




sumber :http://surabaya.detik.com/read/2011/07/16/181336/1682731/475/kandungan-emas-bebatuan-ditemukan-di-lereng-semeru-kecil